Melawan Ego

Tak salah apabila mengendepankan rasa yang mana bagian dari sikap kepribadian diri. Namun apakah selamanya sikap itu akan menjadi prioritas?. 

Bagian penting disini difungsikan pada kenyataan untuk menilai dan menyeimbangkan diri. Tentunya diperlukan ketika melihat dan mempertimbangkan realitas yang ada.

Akan tetapi sering kali porsi yang diwujudkan ialah terlalu besar. Kebimbangan dalam menentukan pilihan rasional memicu perdebatan yang luar biasa. Hal itu seakan termanifestasikan pada sikap angkuh Pangeran Duryudana. Kegilaannya dalam ambisi kekuasaaan pada akhirnya menjatuhkannya dalam lubang tak berujung.  

Lantas apa yang sekarang perlu dilakukan?.

Pernahkah kamu membaca bagaimana dirimu?.

 Kegiatan yang umum dilakukan didepan cermin almari baju. Tetapi tidaklah cukup dirimu memahami hanya dengan visual yang terpantul bukan. 

Hal yang paling mudah seperti yaitu evaluasi. Tak hanya melihat kebelakang bagaimana sikapmu selama ini, namun lihat ke sisi yang lainnya. Terlebih kata-kata puitis yang keluar dari mulut teman-temanmu itu. 

Dengan begitu terbangunlah rasa melawan kerasnya ego, yang tak sedikit dari mereka memahaminya. Namun terkadang justru keramahtamahan lah yang sulit melawannya.
 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mawar Putih Itu Milikmu (bagian satu)