Mawar Putih Itu Milikmu (bagaian dua)
Sorot kamera mulai bertebangan, sedikit demi sedikit menyusuri kumpulan orang-orang disana. Namun disela-sela perbincangan pemateri itu, sesosok visual yang mungkin ku kenal mulai tampak di layar. Memastikan benar adanya visual itu, ku pandangi layar secara seksama.
Hiruk pikuk orang-orang yang sangat antusias meramaikan suasana ruangan itu. Kemeriahan acara yang memecah fokusku memandangi visual yang tadinya tampak. Pada akhirnya siluet itu tak pernah terlihat lagi hingga penghujung acara. Dengan sedikit berguman "ah sial.." kuakhiri niat itu.
Setelah sedemikian rupa rangkaian kegiatan yang menguras energi kami, telah disiapkan perjamuan untuk kami istirahat. Hal itu bukan tidak semata-mata saja melainkan agenda kami yang masih harus terus berjalan hingga sore hari membuat kami harus mengisi kembali energi.
Setengah jam waktu yang diberikan untuk kami, waktu yang relatif singkat untuk istirahat, sholat, makan. Terlebih lagi dengan banyaknya rekan-rekan yang melalukan aktivitas yang serupa. Akan tetapi "ya sudahlahh..apa boleh buat lagi". Akhirnya kami pun mencari tempat untuk menyantap makanan dan istirahat sebentar.
Siang itu udara memang cukup terik, dengan sinar matari yang sudah di tengah ubun-ubun kepala membuat kami mengerutkan dahi. Untung saja tempat yang kami pilih merupakan saung di tengah taman dengan rindangnya pepohonan. Menambah kesejukan disiang hari itu.
Sedikit perbincangan yang kami lakukan sambil menikmati hidangan hari ini. Namun tak terasa waktu pun menunjukkan pukul satu siang. Sebentar lagi kegiatan yang kedua akan dimulai, kami pun bergegas kembali ke gedung dan mencari ruangannya. Sesampainya di meja lobi, kami mengisi daftar hadir yang telah disediakan. Sedikit kumemandangi selebaran daftar hadir itu tertulis unit rekan-rekan yang berbeda, dan tak sengaja secarik kertas itu menunjukkan nama yang rasanya ku familiar dengannya.
Terasa tak asing ku melihat nama itu, mungkinkah?.
Komentar
Posting Komentar